KEPASTIAN
Seandainya sisa nafas dapat terhitung
Kan ku bersihkan debu dosa yang menempel pada diri
ini
Seandainya waktu berkata tentang sisanya yang ada
Mungin aku akan berlari bagai di kejar duri
Seandainya air bisa berbicara kapan dia akan habis
tertelan kehidupan manusia
Kan ku dahului bermuaranya disamudera yang akan
menenggelamkan dosa
Seandainya sang mentari kehabisan energy untuk
menyinari
Kan ku bersihkan diri mengharap cahaya abadi
Seandainya sang bulan memberi aba-aba akan berhenti
menyinari di malam hari
Akan terlebih dahulu kusinari malam dengan
mendekatkan diri pada Illahi
Namun
nyanyian itu tak kunjung tiba
Nafas terus berdalih
berlomba memompa kehidupan manusia
Waktu tak berguming
dengan kearoganannya tanpa tawar menawar untuk kehidupan manusia
Air tak protes akan
kehausan makhluk hidup dunia
Mentaripun tetap
bersinar di balik tirai awan yang megah dengan busa cahaya
Sang bulan tak hentinya
menyambut malam dengan senyuman
Namun nanyian kepastian
akan membuntuti kita mengingatkan kemusnahan
Malang,
21 Agustus 2014